Search
Archives

SBY Siap Jalin Komunikasi dengan Gillard

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mendengar dan mengetahui berita pengunduran diri Kevin Rudd dari jabatan Perdana Menteri Australia. Meski begitu, Presiden tetap akan melanjutkan komunikasi dengan pemerintah Australia.

“Presiden SBY sudah mendengar mengenai pengunduran diri Kevin Rudd. Tapi Presiden sempat membahas ini dalam rapat terbatas denan para menteri. Presiden sangat menghargai jasa dan persahabatan yang dibangun Kevin Rudd bersama Indonesia, dan terutama dengan Presiden SBY secara pribadi dalam membangun hubungan komunikasi Australia-Indonesia secara komprehensif,” kata Juru bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal sebelum bertolak ke Toronto-Kanada bersama rombongan Presiden, di Bandara Halim Perdanakesumah, Jakarta Timur, Kamis (24/6/2010).

Presiden, lanjutnya, akan terus melanjutkan komitmen persahabatan Indonesia-Australia dengan pemerintahan terbaru Australia yang dipimpin oleh pengganti Rudd, Julia Gillard.

“Presiden SBY sudah mengetahui bagaimana, dan pernah mengetahui, pernah mengenal dan bertemu Julia Gillard. Sekarang sedang diatur pembicaraan per telepon. Sudah diatur waktunya, tapi tadi kurang pas. Jadi waktu transit nanti mungkin akan ada pembicaraan dengan Perdana Menteri Julia Gillard,” tutur Dino.

Sebenarnya agenda pertemuan bilateral antara Presiden SBY dengan Perdana Menteri Kevin Rudd sudah dijadwalkan akan dilakukan di sela-sela pertemuan KTT G20 di Toronto. “Namun Presiden tetap akan melakukan pertemuan tersebut, karena hubungan Indonesia denan Australia sangat penting. Tapi mungkin nanti, Kevin Rudd diwakili oleh deputi perdana menteri,” ujarnya.

Namun Presiden belum berencana melakukan lawatan kehormatan atas pergantian perdana menteri Australia. “Karena baru saja berganti, belum ada rencana ke situ,

Singapura Jadi Tempat Judi Terbesar Setelah Macau

Marina Bay Sands, hotel sekaligus kasino terbesar setelah Macau, menyedot perhatian pejudi dunia. Di dalam kasino terhampar 600 meja permainan dan 1.500 mesin judi.

Kasino seluas 15 ribu meter persegi yang berlokasi di Bayfront Ave Singapore itu memiliki fasilitas lengkap, kasino yang terintegrasi satu bangunan dengan pusat perbelanjaan dan Sand Expo Convention Center itu mampu menyedot demikian banyak pejudi.

Menurut President and Chief Operating Officer Las Vegas Sand Corp Michael Leven, ada tiga negara yang masuk dalam kategori tiga besar yang warganya kerap datang berjudi di Marina. Tiga negara itu adalah Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Bahkan, Indonesia pun masuk dalam tiga besar untuk member pejudi kelas VIP.

Lokasi yang strategis dan jenis permainan yang variatif menjadi salah satu daya pikat pejudi untuk menghabiskan uangnya di sana. Kasino mewah yang terdiri atas empat lantai itu menyediakan ragam permainan meja populer. Sebut saja, Roulette, Blackjack, Baccarat dan Sic Bo. Juga aneka mesin judi dengan permainan terbaru seperti Poker video, Sic Bo, dan Roulette elektronik.

Tak hanya melirik pejudi dari Asia, Sands yang merupakan grup Kasino terbesar di Las Vegas dan memiliki Kasino di Macau itu juga membidik pejudi Eropa, Inggris, dan Timur Tengah.

Walau begitu, diakui Chairman Las Vegas Sands Corp Sheldon Adelson, tak mudah melakukan ekspansi kasino di negara-negara tertentu. Misalnya, Italia dan Indonesia.

“Kami butuh dukungan pemerintah negara yang bersangkutan dan juga menghadapi tentangan agama,” ujar Sheldon, ditemui di Marina Bay Sands, Singapura, Rabu (23/6/2010).

Itulah mengapa kasino ini berdiri megah di Singapura. Sheldon dan timnya mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat. “Kami butuh komitmen pemerintah dan dukungan struktural. Butuh infrastruktur seperti bandara dan akses jalan raya. Singapura memenuhi semua kebutuhan infrastuktur kami,” jelas Sheldon.

Bahkan, dengan didirikannya hotel dan kasino Marina Bay Sands, lokasi itu menjadi benchmark baru di Singapura. “Ini akan mengubah Singapura dari sisi entertainment dan mengubah konsep Singapura,” tandas pria yang sudah memasuki usia senja itu.

Moge Ratusan Juta

Distributor motor Ducati di Indonesia, PT Supermoto Indonesia secara diam-diam memboyong motor sport tangguh asal Italia, Ducati New Multistrada 1200. Motor ini sudah sejak Minggu lalu nongkrong di diler Ducati di kawasan SCBD, Jakarta.

Gempa Guncang Kanada, Ribuan Orang Berlarian ke Luar Kantor

Gempa bumi mengguncang wilayah utara Ottawa, Kanada. Ribuan orang berlarian dari kantor-kantor mereka. Getaran gempa berkekuatan 5 Skala Richter itu juga terasa hingga ke New York City, Amerika Serikat. Gempa berkekuatan sedang itu menyebakan kerusakan yang relatif kecil. Namun akibat gempa, sebuah jembatan ambruk di Bowman, Quebec dekat pusat gempa. Tak ada korban dalam peristiwa ini. Gempa ini sempat menimbulkan kepanikan warga Ottawa. Sebab gempa bumi jarang terjadi di Kanada apalagi dengan getaran yang cukup luas seperti gempa kali ini. Menurut saksi mata, gempa juga menggoyang gedung-gedung di Toronto dan Montreal. Gempa berlangsung antara 25 dan 30 detik di Ottawa. Gempa itu menyebabkan alarm kebakaran di gedung-gedung berbunyi. Bahkan banyak gedung di pusat kota Ottawa sempat dikosongkan, termasuk gedung parlemen. “Tiba-tiba saja tempat ini mulai bergetar. Seseorang berteriak ‘keluar’ dan kami berlarian. Semua bergerak-gerak,” kata Senator Art Eggleton kepada wartawan. “Beberapa kolega saya yang pernah merasakan gempa di sini sebelumnya, mengatakan bahwa ini yang terparah,” tuturnya seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (24/6/2010). Menurut badan Survei Geologi AS, gempa tersebut merupakan gempa dangkal. Kedalamannya hanya sekitar 18 kilometer dan berpusat sekitar 53 kilometer sebelah utara Ottawa.

Pengembangan SDM Kebencanaan di Indonesia Perlu Segera Dilakukan

Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) menggelar pertemuan para  pakar bencana, baik nasional maupun internasional. Kegiatan tersebut dilakukan untuk  rumusan atau formula penanganan bencana yang tepat.

Pakar bencana asing yang diundang antara lain, Professor Antony Saich dan Dr. Arnold Howitt dari Sekolah Ilmu Pemerintahan John F. Kennedy, Universitas Harvard, Amerika Serikat (AS). Keduanya  membagi pengalaman AS dan China dalam hal manajemen bencana dan pengelolaan situasi krisis.

Kedua pakar tersebut berbicara di depan petinggi lembaga-lembaga pemerintah yang terkait dengan kebencanaan, seperti BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BMKG (Badan Meteorologi dan Geofisika), Badan Geologi ESDM, Badan SAR Nasional, serta akademisi dari perguruan tinggi dan lembaga riset, dalam sebuah sesi diskusi di Istana Presiden.

Berdasarkan surat elektronik yang diterima, Kamis (24/6/2010), acara juga dihadiri SKP BSB Andi Arief, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, dan almuni Sekolah Ilmu Pemerintahan Universitas Harvard, Agus Harimurti Yudhoyono.

“China memiliki pengalaman yang baik dalam menangani gempa dan banjir seperti kita. Sementara AS berpengalaman mengelola situasi krisis pada saat badai topan. Pengalaman kedua negara sangat relevan untuk kita jadikan referensi,” kata Soeyanto, PhD Cand., Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB).

Menurut Soeyanto, kedua negara tersebut berhasil mengembangkan sistem manajemen bencana yang tangguh, yang bertumpu pada kepemimpinan yang efektif antar lembaga pemerintah yang terkait dengan kebencanaan, serta pembangunan sumberdaya manusia yang mumpuni di bidang kajian kebencanaan.

Sedangkan Howitt mengatakan, koordinasi menjadi salah kata kunci dalam mengatasi krisis pada saat bencana terjadi. Sebab pemerintah di pusat dan daerah memiliki bermacam-macam lembaga yang terkait dengan kebencanaan.

“Koordinasi yang efektif itu bukan hanya soal  kemampuan membangun relasi antar lembaga, tapi yang lebih mendasar adalah bagaimana kita mendesain relasi dan pembagian kerja yang tepat antar lembaga,” kata pakar manajemen krisis dari Universitas Harvard itu.

Howitt menegaskan, apabila desain kelembagaan itu sudah tepat, maka pekerjaan rumah berikutnya adalah reformasi birokrasi dalam hal pengembangan sumberdaya manusia. Ia prihatin karena mendengar bahwa di berbagai provinsi di Indonesia, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) banyak diisi oleh tenaga-tenaga yang tidak memiliki kompetensi di bidang kebencanaan.

“Bahkan ada teman yang berseloroh, BPBD lebih banyak diisi sarjana agama,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Howit, pengembangan sumberdaya manusia yang mumpuni di bidang kebencanaan adalah pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia yang tak bisa ditunda-ditunda. Apalagi sampai menunggu Jakarta terkena gempa.

“Apabila diperlukan, Harvard bersedia memberikan pelatihan mengenai manajemen bencana kepada tenaga-tenaga di institusi kebencanaan di Indonesia,” ungkap Howitt.

Handshakes Challenges And Success As A Stock Photographer

Blend Images, a Recession, and Opportunity

The negative news in the photography world is rampant, and it would be foolish not to pay attention’and not to be concerned. But I can’t help but believe that with the tremendous demand for images there isn’t also a lot of opportunity. I will come out and say it: There is a lot of opportunity!

Read the rest of this entry »

Importance Of A Site

Building a website is not as easy as 1-2-3. It is a job that involves a lot of time and effort from the website owner. For that reason, it is of utmost importance to know why you would like to have a website before you move on with the procedure. If you have some products or services to offer, the best way to make them known is to put up a website.

Read the rest of this entry »